Review novel PERGI – Tere Liye

Judul : PERGI

Penulis : Tere Liye

Penerbit : Republika, 2018

Sinopsis :

Berawal dari pencarian prototype keluarga Tong di perbatasan Meksiko-Amerika Serikat. Bujang bertemu dengan seseorang yang mengetahui nama aslinya. Hal tersebut mengusik sisi pribadinya. Ia mulai penasaran dengan kemunculan sosok tersebut terlebih diujung pertemuannya, seseorang itu menyebut bujang Hermanito yang berarti Adik laki-laki.

Bujang mulai menelusuri jejak masalalu keluarganya, masa lalu bapaknya. Siapa orang yang memanggilnya hermanito.

Selain usahanya menemukan siapa orang itu, Bujang masih fokus mengurusi bisnis shadow economy sebagai kepala keluarga Tong. Ambisi Master Dragon untuk menguasai seluruh bisnis shadow economy akan menghancurkan keseimbangan bisnis seluruh keluarga.

Untuk menghentikan master dragon, bujang berusaha untuk membuat sekutu dengan dua keluarga lainnya. Keluarga yamaguchi dan Bratva.

Di tengah rencananya, menyerang master dragon, bujang menemukan fakta-fakta menarik tentang masa lalu keluarganya.

Review :

Selalu dibuat mengerjap-ngerjap ketika membaca karyanya bang Tere. Novel PERGI, masih sekuel dari Novel Pulang. Masih menceritakan tentang kehidupan bujang dengan dunia shadow economy yang sudah digelutinya sejak ia remaja. Pada buku ini, Bujang sudah bukan remaja yang ambisius, yang bercita-cita menjadi tukang pukul paling hebat diseluruh dunia. Tapi sudah berubah menjadi Kepala keluarga Tong (Tauke Besar).

Makin kagum pada tokoh bujang, karena sebagai kepala keluarga tong, yang merupakan bagian dari bisnis shadow economy, dalam hati kecilnya, ia tak suka kekerasan, ia tak suka menjadi monster yang mematikan. Ia tak suka pertumpahan darah, ia hanya ingin bisnisnya lancar.

Selain itu, kemunculan tokoh Diego, membuat saya penasaran dengan siapa dan bagaimana ia. Porsi Diego hanya sedikit dalam cerita ini. Tapi saya suka caranya bang tere membeberkan tentang Diego. Melalui surat-surat yang ia tulis untuk Padre.

Dan saya curiga sekuel ini belum selesai. Mungkin buku selanjutnya akan lebih menceritakan tentang Bujang dan Diego.

Kesimpulan :

Karya bang tere memang selalu recomend buat dibaca. Disarankan baca dulu buku PULANG biar lebih paham alur ceritanya.

Bintang 4.5 dari 5 bintang.

Iklan

Awal baru 

1 januari 2018

Tahun baru, harus menjadi momentum untuk sebuah awal yang baru. Menjadi pribadi yang lebih baik dari tahun lalu. 

Ngomongin tahun baru, orang-orang sibuk dengan resolusinya masing-masing. Tapi jujur, saya belum buat resolusinya untuk tahun ini. Bosan dengan list resolusi yang saya pikir masih sama, itu-itu saja. List hampir sama, tinggal di ganti aja tahunnya dari tahun lalu menjadi tahun ini. Karena setelah dilihat-lihat, hanya beberapa point saja yang berhasil dilaksanakan. Sisanya dan itu 95% dari total resolusi tidak terlaksana, tepatnya belum dilaksanakan. 

2017, tahun yang cukup berat buat saya. Satu diantara list yang tercapai adalah pernikahan. Ya, saya menikah di tahun 2017, 5 mei 2017. Pernikahan yang sangat sederhana.

Bukan hanya pernikahan, sesuatu yang cukup berat juga saya alami bersama istri dalam usia pernikahan kami yang baru menginjak tiga bulan. Janin yang ada di dalam kandungan istri tak cukup kuat untuk melanjutkan perkembangannya, dan harus segera dilakukan kuretasi. 

Selain itu, belum ada pencapaian yang berarti yang berhasil saya lakukan. Dan tahun ini, saya harus mengurangi list resolusi tahun lalu. 

Aamin. 

Review buku TENTANG KAMU – Tere Liye 

sumber gambar : dok pribadi

Judul : Tentang Kamu

Penulis : Tere Liye

Penerbit : Republika, 2016

Tebal : 531 hal

Sinopsis :

Berawal dari Zaman Zulkarnaen, seorang pengacara Thompson & Co. Yang berbasis di London. Zaman diberikan tugas untuk menyelesaikan sebuah kasus pembagian warisan yang ternyata seorang berasal dari negaranya Indonesia bernama sri ningsih. Zaman harus menelusuri silsilah keluarga ibu Sri untuk mengetahui ahli waris ibu sri. Karena diketahui di paris, ibu hidup sendiri di sebuah panti jompo. Tidak ada identitas lengkap yang menyatakan darimana ibu sri berasal, dan untuk memulai penyelidikan, zaman hanya berbekal sebuah diari tipis milik ibu sri yang dititipkan kepada pengurus panti jompo. Dimulailah penelusuran jejak kehidupan ibu sri. 

Masih terkagum-kagum dengan jalan ceritanya. Ketika mulai membaca, sama sekali tidak bisa menebak akan dibawa kemana ceritanya, benar-benar dibuat penasaran dan tak bisa berhenti untuk terus membaca kisah ibu sri. Membaca buku ini seperti benar-benar sedang diceritakan oleh tokoh Zaman. Dari sosok ibu Sri, banyak yang bisa diambil pesan moral. Bagaimana ibu sri memiliki ketulusan hati yang luar biasa, bagaimana kerja kerasnya hingga bisa menjadi mandiri, bagaimana ia belajar sesuatu dan menjadikannya peluang bisnis. Cara berpikirnya yang jauh lebih maju daripada orang lain.

Buat saya, buku ini wajib dibaca, ratting 4.9 dari 5 mungkin sangat layak untuk karya bang Tere yg satu ini. Pertanyaan saya terhadap buku ini hanya satu, kaitannya isi buku dengan cover yang bergambar sepasang sepatu apa ya ? 

-ejunianto-

Surat untuk aku dimasa depan

Cimahi, 23 agustus 2017, 12.36

Teruntuk, aku dimasa depan.
Hey, apa kabar ??

Inget kan hari ini 10 tahun lalu, aku menulis surat ini untukmu. Masih kecanduan sama kopi ? Kurang-kurangi lah, gak baik buat kesahatan tubuh katanya. Aku lagi selesein baca satu buku nih yang udah lama dibeli tapi gak selese-selese dibaca, bukunya Jostein Gaarder yang judulnya Dunia Sophie. Ngomongin buku dulu katanya punya cita-cita buat jadi penulis. Udah punya karya apa sekarang ? Pasti kece karyanya, aku harap kamu (aku dimasa depan) tidak mengecewakan. Pokonya, aku tunggu karya kamu yang paling pol jadi tranding topic di kalangan pembaca. Semoga gak cuma itu, tapi sedikit banyak karyamu bisa bikin minimal orang-orang disekitarmu terinspirasi. Syukur-syukur banyak orang yang jadi fansmu. Apapun karya yang sudah dibuat, jangan lupa kasih sesikit dedikasi buatku. Gini-gini juga aku punya peran penting di hidupmu.

Kabar istrimu sehat ?? Anakmu berapa sekarang ?? Aku yakin sih pasti anakmu guantengg atau cuanntiikknya minta ampun. Aku nulis surat ini tengah malem lewat. Istriku sedang tidur. Kasihan, dua hari ini perutnya kerasa sakit banget karna haid pertama pasca kuret. Inget kan ? 21 juli 2017. Istrimu dikutet karna janin yang di dalem rahimnya gak kuat. Sedihnya masih berasa, smpe hari ini, tapi aku harap ketika kamu baca surat ini, sudah terobati dengan anak-anakmu yang mungkin sekarang sudah tidur. Atau sedang sekolah ? Atau malah sedang asyik nonton tv disampingmu ? Ah, kalau begitu, aku turut bahagia.

Ngantuk nih, lain kali aku kirimi lagi kau surat, titip anak-anak dan istriku, kalo sampe ketauan macem-macem, tau kan resikonya ?? Karna aku adalah kamu. So, be a great father, and nice husband. I love you all. 

Kau, aku, dan sepucuk angpau merah [review]

Judul : kau, aku, dan sepucuk angpau merah

Penulis : Tere Liye

Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama

Tebal : 512 hal

Rate : 4.5/5

Borno, seorang pemuda yang tinggal di pelataran sungai kapuas, kota Pontianak. Berawal dari angpau merah yang ia temukan di dasar sepit ( dari bahasa inggris speed, sejenis perahu kayu dengan motor menempel di bagian belakang, salah satu transportasi untung menyebrangi sungai kapuas). Dimulailah pencarian cinta, ini pertama kalinya Borno jatuh cinta, dan dengan berbagai cara ia harus menggapainya. 

“Aku bangga sekali dengan kau, Borno. Anak bujang dengan hati paling lurus sepanjang tepian sungai kapuas. Kau selalu berbakti dengan kami-kami yang lebih tua, selalu hormat, ridak pernah menolak disuruh-suruh, tidak pernah melawan meski sering diomeli. Bahkan untuk menjual sepit yang jelas-jelas sudah menjadi milik kau, kai tetap megajak kamu bicara…” Bang togar tiba-tiba terisak. (Hal 348).
Novel karya bang Tere yang kesekian yang saya baca. Gak pernah bosen dengan alur cerita yang ditulis. Seperti pada buku kau, aku, dan sepucuk angpau merah, saya suka dengan tema cerita tentang cinta, namun tidak dilebih-lebihkan, tidak juga terkesan picisan murahan. Sebaliknya, cerita di buat apa adanya, membuat cerita terkesan real tidak mengada-ada. 

Saya terkesan dengan tokoh utama Borno, yang memiliki ketulusan, cinta, cita-cita, juga kerja keras yang dilakukan. Tidak terkesan ambisius, namun penuh dengan perencanaan. 

Dalam buku ini, sepenggal perjalanan hidup seorang Borno, di kemas sangat menarik, tidak melulu berbicara cinta, juga tentang perjuangan hidup.

Intinya, sampe saat ini, saya sangat terkesan dan merekomemdasikan karya bang Tere termasuk kau, aku, dan sepucuk angpau merah.

Kaki kecil

Image by : https://pixabay.com/en/feet-baby-babies-baby-feet-newborn-2046001/

Kecil dan terlihat rapuh

Namun dari kaki kecilmu, aku pastikan kelak langkahmu tak akan salah

Aku tak menjanjikan kamu tak akan pernah terjatuh ketika kamu berjalan dengan kaki kecilmu

Namun aku pastikan ada disampingmu, menjulurkan tangan, membantumu berdiri lagi, hingga kamu tak pernah takut terjatuh lagi.

Aku tak menjanjikan akan memberi kaki kecilmu sepatu termahal, namun aku pastikan kakimu tetap hangat dengan rajutan kasihku

Kaki kecilmu kelak akan memberitahu semua orang siapa dan bagaimana aku

Dari langkahmu, aku pastikan kamu aman berpijak menapaki setiap jenjang kehidupan, hingga kamu mampu berdiri sendiri

Dari kaki kecilmu pula, kelak aku akan menjadi sangat bangga menjadi orangtuamu

Dan, dengan kakimu, kelak kamu akan membawa aku serta ibumu menuju surgaNya.

 Opini saya setelah melihat postingan dunia manji berjudul “VIDEO BUAT REZA ‘ARAP’ OKTOVIAN. TENTANG ANJ#NG. | Reaction Video” on YouTube

Di era digital seperti saat ini, penggunaan media sosial sudah menjadi candu untuk hampir semua kalangan. Tidak hanya usia dewasa, anak-anak dibawah umur pun sudah aktif di dunia maya. Pertanyaannya apakah berbahaya ? Balik lagi kepada masing-masing individu apakah dampak penggunaan sosial media terhadap kehidupan penggunanya. 

Seperti yang sering dikatakan oleh orang banyak. Internet atau sosial media bagaikan dua mata pisau. Bisa sangat bermanfaat, atau bahkan bisa sangat menghancurkan pengguna itu sendiri. Tidak bisa dipungkiri manfaat internet dan sosial media belakngan ini. Segala informasi yang kita butuhkan ada di internet. Untuk ajang mempromosikan barang dagangan kita akan sangat efektif ketika kita menjual barang melalui medsos. 

Media sosial seperti youtube sangat mudah diakses oleh siapapun. Orang berlomba-lomba membuat  content youtube karena seperti kita ketahui keuntungan yang didapan oleh seorang youtuber yabg terkenal dengan jutaan viewer dan subscribernya. Pertanyaannya, konten seperti apa yang pantas ditayangkan di medsos seperti youtube ? Banyak konten yang semestinya bisa dibilang tidak layak ditonton oleh anak usia dibawah 15 tahun karena kontennya yang menggunakan bahasa “slengean” atau banyak mengandung kata-kata yang kurang sopan atau bahkan sangat tidak sopan. Kemudian menjadi viral dan trend dikalangan anak-anak yang hanya bisa mencontoh mentah-mentah apa yang mereka lihat, bukan melihat suatu proses dari suatu konten tersebut. 

Ketika saya melihat postingan video reaction dari anji, kok rasanya ini ngena banget. Anji menitik beratkan kepada bagaimana kita sebagai “content creatot” bertanggungjawab terhadap konten yang kita buat. Bukan hanya peran orangtua viewer yang bertanggungjawab, karena seperti yang anji katakan apakah semua orang tua di Indonesia melek komputer. Jangan jauh-jauh melihat orang tua yang tinggal di sebuah desa terpencil. Orang tua saya, yang tinggal bersama saya di sebuah kota besar Bandung juga tidak mengetahui mengenai penggunaan internet dan media sosial. Lah gimana caranya orang tua yang gagap teknologi bisa mengontrol anaknya dalam penggunaan teknologi . Youtube itu hanya sebuah media tempat menampung segala macam konten tanpa bisa memfilter sedeteil manusia. Seperti contoh video yang sering viral, anak muda yang dalam video tersebut banyak menggunakan kata anj*ng atau ba*i dan berbagaibmacam kata untuk mengekspere sikan diri. Apakah youtube bisa menyaring videontersebut ? Saya rasa tidak yang bisa menyaringnya adalah manusianya. Bukan hanya pengguna atau viewernya tapi juga creatornya. 

Suatu ketika saya pernah menonton tayangan hitam putih. Kebetulan bintang tamunya adalah rapper muda young lex. Dan sedang membahas mengenai fenomena video awkarin yang viral dengan berbagai kata kasarnya. Dan ia mengatakan bukan salah awkarin mengapa video yang notabenenya kurang baik tersebut menjadi viral, ia menyebutkan viewernya yang bikin video jadi viral. Nah kalo viewernya anak-anak kan belok paham bagaimana sebuah konten layak di tonton apa tidak. Kemudian ia menyebutkan harusnya ada filter pada youtube sehingga tidak bisa tayang dimanapun dan kapanpu. Sekali lagi youtube, komputer, teknologi adalah benda mati. Mereka tidak memiliki pikiran, rasa, dan semua sama dimata teknologi tanpa memandang budaya barat dan timur yang jelas-jelas berbeda. Yang harusnya memfilter adalah kita sebagai manusia. Yang punya rasa, punya pemikiran, tahu mana yang benar mana yang salah, mana yang pantas dan mana yang tidak pantas. 

Jadi, sekali lagi kita sebagai kreator sangat ikut bertanggungjawab atas apa yang kita sajikan di media sosial. Bagaimanapun, media sosial akan sangat memberikan dampak terhadap generasi muda mendatang.